Analisa usaha digital printing diperlukan sebagai pedoman sebelum memulai bisnis percetakan rumahan hingga profesional. Jenis kerja sama di bisnis digital printing antara lain : paket usaha merchandise, paket waralaba dengan share profit dapat jadi rujukan untuk pebisnis modal kecil.
Contoh proposal usaha digital printing bisa Anda peroleh pada akhir artikel, diharapkan proposal usaha ini dapat membantu Anda dalam mengajukan bantuan dana dan modal usaha ke bank pemerintah (BPD) di daerah Anda.
1. Analisa Usaha Digital Printing
Persiapan awal memulai bisnis digital printing yang perlu anda ketahui :
Untuk memulai usaha baru terutama usaha digital printing, ada beberapa persiapan matang yang harus Anda perhatikan sebelum Anda memulai dengan bisnis ini. Berikut ini beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan untuk persiapan awal usaha digital printing.
– Tempat dan lokasi
Ketika Anda akan membuka usaha digital printing tentunya harus memikirkan tempat dan lokasi yang stategis. Tempat yang bisa menjadi pilihan Anda untuk membuka bisnis ini adalah didekat perkantoran dan pusat kota. Karena kebutuhan digital printing pada tempat ini sangat tinggi.
– Pemilihan mesin digital printing
Untuk memiliki hasil print yang baik dan bagus tentunya Anda harus memperhatikan kualitas dari mesin print. Anda jangan mudah tergiur dengan harga print yang murah. Carilah referensi mesin digital print terbaik dan usia pakai serta perawatan mudah dan murah. Unduh contoh proposal usaha percetakan digital printing disini.
– Bahan baku
Dari hasil analisa usaha digital printing, selain kualitas mesin yang Anda harus pertimbangkan, kualitas bahan baku dari kertas, spanduk ataupun tinta yang Anda gunakan juga harus diperhatikan kualitasnya. Jangan sampai Anda mengecewakan pelanggan Anda dengan memilih bahan baku yang murah dan mudah rusak.
– Pekerja Profesional
Selain mesin dan bahan baku yang berkualitas, Anda juga harus selektif dalam mempekerjakan karyawan. Carilah karyawan yang ahli dalam bidang digital printing. Baik itu dari desainer maupun mekanik. Jangan sampai Anda memilih karyawan yang tidak ahli dalam desain grafis.
– Pelayanan
Selain semua hal diatas, yang terakhir Anda harus perhatikan adalah pelayanan. Untuk memanjakan pelanggan buatlah promo atau diskon jika pelanggan mencetak dalam jumlah banyak atau Anda tetap mau melayani pelanggan walaupun hanya menyetak 1 lembar.
2. Modal Awal Bisnis Digital Printing
Modal awal membuat digital printing harus Anda pelajari dengan seksama. Berikut ini adalah gambaran modal jika Anda ingin berbisnis digital printing.
No | Modal Awal | Biaya |
1 | Sewa tempat/tahun | Rp.10.000.000 |
2 | Komputer | Rp.7.000.000 |
3 | Furnitur | Rp.3.000.000 |
4 | Printer khusus | Rp.3.000.000 |
5 | Mesin print digital | Rp.100.000.000 |
6 | Persediaan tinta | Rp.2.500.000 |
7 | Billboard/neon box | Rp.800.000 |
8 | Renovasi | Rp.5.000.000 |
9 | Biaya cadangan | Rp.10.000.000 |
Total Modal | Rp 141.300.000 | |
No | Biaya Operasional | Biaya |
1 | Belanja bahan baku | Rp 6.000.000 |
2 | Peralatan ATK | Rp. 200.000 |
3 | Gaji karyawan 2 orang | Rp.1.500.000 |
4 | Komunikasi | Rp. 250.000 |
Transportasi | Rp. 300.0000 | |
Listrik dan Air | RP.500.000 | |
Promosi | Rp.2.000.000 | |
Biaya penyusutan peralatan 5 tahun | Rp.2.000.000 | |
Biaya lain-lain | Rp.300.000 | |
Total Biaya Operasional | Rp 13. 050.000 | |
No | Potensi Pendapatan | |
1 | Penjualan digital printing | Rp 60.000.000 |
Omzet rata-rata per bulan 3.000 print | ||
Rp 20.000,00/print x 3000 | ||
Keuntungan Per Bulan | Rp.46.950.000 | |
Potensi Pendapatan – Total Biaya Operasional | ||
Rp 60.000.000,00 – Rp 13.050.000,00 |
3. Perhitungan Keuntungan
Untuk menjelaskan keuntungan yang didapatkan dari penjualan digital printing setiap bulannya, kita asumsikan penjual perbulan adalah 3.000 cetakan dengan harga percetakan adalah Rp.20.000.
Maka kita mendapatkan omset penjualan perbulan sebesar Rp.60.000.000. Untuk menghitung keuntungan bersih dari penjualan kita kurangi dengan biaya operasional bulanan.
Maka kita dapatkah keuntungan bersih Rp.60.000.000-Rp.13.050.000=Rp.46.950.000. Jika kita hitung dalam jangka waktu satu tahun.
Maka keuntungan sebesar Rp.46.950.000×12 bulan = Rp.563.400.000 per tahun.
4. Return of Invesment (ROI)
Untuk menghitung ROI usaha digital printing bisa menggunakan rumus seperti dibawah ini :
ROI usaha digital printing = ( Total Penjualan– Investasi / investasi x 100%
Maka secara sederhana perhitungan ROI usaha digital printing dalam presentase adalah = ((Rp 60.000.000 – Rp 13.050.000) / Rp 13.050.000) x 100% adalah sebesar 360%.
Maka dapat disimpulkan tingkat ROI usaha catering adalah sebesar 360%.
http://www.youtube.com/watch?v=cxSZmJ5vPps
Semoga artikel analisa usaha digital printing ini dapat dijadikan pedoman sebelum memulai bisnis Anda, contoh proposal usaha digital printing dibawah ini bisa digunakan untuk mengajukan bantuan modal usaha ke koperasi maupun bank. Salam Sukses!